GSMA Kantongi Dana Rp19 Miliar dari NOAA untuk Perkuat Peringatan Dini Bencana Lewat Ponsel di Pasifik

GSMA memulai kerja sama di kawasan ini sejak 2025 bersama Pacific Islands Telecommunications Associationdan Omnitouch Network Services.
Kerja sama itu mempertemukan operator seluler, lembaga meteorologi, regulator, badan PBB, dan pemerintah untuk membangun sistem peringatan dini seluler di seluruh kawasan Pasifik.Dalam proyek ini, GSMA memimpin kegiatan cell broadcast di bawah Pacific Multi-Hazard Early Warning Systems Communication & Tools Project.
Pekerjaan dilakukan bersama University Corporation for Atmospheric Researchmelalui program COMET, sementara Weather Ready Pacific Program berperan memberi dukungan teknis dan koordinasi regional.GSMA juga menilai teknologi seluler tidak boleh berjalan sendirian.
Peringatan lewat ponsel sebaiknya dipadukan dengan radio, televisi, dan saluran berbasis komunitas, agar pesan tetap sampai kepada warga yang memiliki akses komunikasi berbeda-beda.
Menurut GSMA, sistem yang efektif membutuhkan kebijakan yang jelas, koordinasi antara otoritas publik dan operator, serta pesan yang mudah dipahami dan bisa langsung ditindaklanjuti masyarakat.Selain itu, proyek ini ikut mendukung inisiatif Early Warnings for All.
Lewat program Mobile for Humanitarian Innovation, GSMA dan tim regionalnya bekerja dengan mitra di berbagai kawasan untuk memperkuat peringatan berbasis seluler.
Upaya ini juga melanjutkan kemitraan lama dengan Foreign, Commonwealth & Development Office Inggris.



