Star Pulsa
Home » Blog » Ini dia judul yang sudah ditulis ulang agar lebih menarik:

Ini dia judul yang sudah ditulis ulang agar lebih menarik:

Putut Pujiono
29 Agustus 2026
4 menit baca
Ini dia judul yang sudah ditulis ulang agar lebih menarik:

Perusahaan perlu menyiapkan data, infrastruktur, keamanan, tata kelola, model operasional, hingga sumber daya manusia agar pemanfaatan AI dapat berjalan secara berkelanjutan.Banyak Ide AI, tetapi Implementasinya Menjadi Tantangan Forum enterprise Bali Annual Telkom International Conference2026 di Nusa Dua, BaliDirektur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia, Veranita Yosephine, mengatakan ambisi perusahaan dalam mengadopsi AI saat ini semakin besar.

Ide dan potensi penggunaan teknologi tersebut juga semakin banyak.

Namun, tantangan sebenarnya muncul ketika perusahaan harus membawa eksperimen tersebut keluar dari tahap pembuktian konsep.“Ambisi untuk mengadopsi AI memang besar dan ide-idenya pun sangat banyak.

Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana membawa AI dari sekadar pembuktian konsep menjadi implementasi yang benar-benar terintegrasi dalam strategi bisnis dan menghasilkan dampak nyata,” jelas Veranita.Pernyataan tersebut menyoroti perbedaan antara mencoba teknologi dan membangun kemampuan AI sebagai bagian dari operasional perusahaan.

Proof of concept dapat digunakan untuk menguji apakah sebuah teknologi bekerja dalam skenario tertentu.

Namun, penerapan dalam skala bisnis membutuhkan kesiapan yang lebih kompleks, terutama ketika AI mulai berinteraksi dengan data perusahaan, proses internal, sistem yang sudah ada, serta kebutuhan keamanan dan tata kelola.Kesiapan Data hingga Tata Kelola Jadi FondasiMenurut Veranita, perusahaan perlu membangun sejumlah fondasi sebelum dapat mengembangkan kapabilitas AI secara berkelanjutan.

Kesiapan tersebut mencakup data dan infrastruktur, tata kelola serta keamanan, penyesuaian model operasional, hingga persiapan sumber daya manusia untuk menghadapi perubahan cara kerja.“AI harus mampu menciptakan nilai, baik melalui peningkatan produktivitas, percepatan inovasi, maupun pengalaman pelanggan.

Untuk itu, organisasi perlu memiliki fondasi data yang kuat, tata kelola yang baik, serta komitmen kepemimpinan dalam membangun kapabilitas AI secara berkelanjutan,” ujar Veranita.Dengan kata lain, keberhasilan penerapan AI tidak hanya bergantung pada teknologi yang dipilih perusahaan.

Data yang digunakan perlu siap untuk mendukung kebutuhan AI, sementara infrastruktur harus mampu menopang proses komputasi dan pengelolaan sistem.

Pada saat yang sama, perusahaan juga perlu mempertimbangkan aspek keamanan dan tata kelola ketika teknologi tersebut digunakan dalam aktivitas bisnis.Empat Pilar AI-Enabled EnterpriseMelalui Telkom Solution, Telkom Group memperkenalkan empat pilar yang menjadi kerangka pembahasan dalam transformasi menuju AI-enabled enterprise, yaitu Intelligence, Trust, Infrastructure, dan Collaboration.Keempat pilar tersebut mencakup berbagai aspek yang disebut Telkom sebagai kebutuhan untuk membangun kesiapan AI, tata kelola, infrastruktur digital, hingga kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa AI enterprise tidak diposisikan hanya sebagai proyek teknologi.Pemanfaatan AI juga membutuhkan unsur trust, termasuk aspek keamanan dan tata kelola.

Infrastruktur menjadi fondasi untuk menjalankan berbagai kebutuhan digital, sementara kolaborasi diperlukan karena pengembangan dan penerapan AI dapat melibatkan berbagai fungsi di dalam organisasi maupun mitra dalam ekosistem teknologi.Telkom menggunakan kerangka tersebut untuk mendorong pembahasan AI secara lebih komprehensif di kalangan enterprise.ignitePRO Perluas Pembahasan dari Infrastruktur ke Dampak BisnisSebagai bagian dari BATIC 2026, ignitePRO menjadi forum yang berfokus pada kebutuhan enterprise di tengah perkembangan teknologi digital dan AI.Menurut materi Telkom, pembahasan dalam forum tersebut memperluas fokus dari jaringan dan infrastruktur digital menuju pertanyaan yang lebih besar: bagaimana teknologi dapat menghasilkan dampak bisnis yang nyata.Perubahan fokus ini sejalan dengan semakin luasnya eksplorasi AI di berbagai industri.

Ketika teknologi mulai memasuki proses bisnis, perusahaan tidak hanya perlu menentukan penggunaan AI yang potensial, tetapi juga menilai bagaimana teknologi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam strategi dan operasi yang sudah berjalan.Bagi Telkom, proses tersebut membutuhkan kesiapan yang saling terhubung.

Infrastruktur tanpa kesiapan data belum tentu cukup untuk mendukung AI.

Demikian pula, penggunaan AI tanpa tata kelola dan keamanan yang memadai dapat menambah kompleksitas baru bagi perusahaan.Karena itu, tantangan enterprise dalam fase berikutnya bukan semata-mata mengejar sebanyak mungkin eksperimen AI.

Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah eksperimen tersebut dapat dikembangkan menjadi kapabilitas yang terintegrasi dengan bisnis dan memberikan nilai yang dapat diukur.BATIC 2026 melalui ignitePRO menjadi salah satu forum yang mengangkat perubahan tersebut.

AI kini bukan lagi sekadar teknologi yang perlu dicoba, tetapi mulai mendorong perusahaan untuk mempersiapkan fondasi data, infrastruktur, tata kelola, keamanan, dan organisasi sebelum dapat membawa pemanfaatannya ke skala yang lebih luas.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait

HomeDaftarDepositTransaksiHarga