Timnas MLBB Siap Perang di Asian Games 2026, Nino dkk Incar Medali Emas!

Rentang tersebut merupakan jadwal keseluruhan pesta olahraga, bukan jadwal khusus pertandingan MLBB.Bagi Nino, persiapan selama pelatnas terasa langsung dalam aktivitas sehari-hari.
Ia mengaku lebih bugar dan tidak mudah lelah setelah mengikuti rutinitas latihan.Nino: Timnas MLBB Percaya Diri Kejar Emas Asian Games 2026Perubahan selama latihan turut memperkuat keyakinan Nino menghadapi persaingan.
Ia menilai performa tim berkembang dan ingin membawa Indonesia ke posisi pertama.Pelatnas Timnas Esports Indonesia disiapkan hingga Mei 2027.
Simak agenda menuju Asian Games 2026, Global Esports Games, dan kompetisi berikutnya.
Amin,” kata Nino.Ambisi itu lebih tinggi daripada sasaran resmi yang dijelaskan Manajer Tim Nasional Esports Indonesia, Glorya Famiela Ralahalo.
Menurut Glorya, pemerintah menargetkan satu emas melalui eFootball, sementara atlet dari nomor lain tetap ingin melampaui sasaran tersebut.Adaptasi Albert untuk Maju Tampil di Timnas MLBBKlasemen MPL ID S18 setelah seluruh pertandingan Week 4 berakhir pada 6 September 2026.
Selain latihan, Nino membahas proses adaptasi Albert di timnas MLBB.
Ia menilai Albert perlu menyesuaikan diri dengan kelompok pemain yang sudah terbentuk.
Pada saat yang sama, tim perlu membantu Albert agar mereka bisa bergerak bersama.“Dia yang harus menyesuaikan ke kita, karena enggak mungkin lima orang ini menyesuaikan ke Albert.
Yang pasti, kita harus menarik Albert supaya timnas ini maju bareng-bareng, enggak cuma membawa nama klub,” ujar Nino.Menurut Nino, proses tersebut sejauh ini berjalan baik.
Para pemain tetap memiliki porsi latihan bersama klub dan tim nasional.
Kepentingan membawa nama Indonesia menjadi hal ia tekankan.
Nino ingin timnas MLBB melangkah bersama meski para pemain juga memiliki tanggung jawab di klub.Dukungan lintas klub menjadi motivasiMLBBMembela tim nasional membawa perubahan yang terasa bagi Nino: dukungan datang pula dari penggemar tim lain.
Ia menjadikan dukungan itu sebagai motivasi menghadapi pertandingan.“Kalau dari aku, semakin banyak fans, semakin banyak motivasi,” kata Nino. Ia berusaha menjaga agar dukungan tersebut tidak berubah menjadi tekanan berlebihan.
Menurut Nino, perasaan terbebani justru dapat berdampak buruk terhadap diri sendiri.Kesempatan tampil di Asian Games juga memiliki arti berbeda dari pertandingan internasional bersama klub.
Kali ini, ia ingin merasakan kebanggaan membawa identitas Indonesia secara langsung.Untuk menjaga mental, Nino memilih menikmati pertandingan dan menghindari tekanan yang ia ciptakan sendiri.“Aku enggak mau membawa stres, karena kita main game, kita bermain, harus mencari kesenangan,” tutur Nino.Dalam penilaian terhadap persaingan, ia menempatkan Filipina pada urutan pertama, Myanmar kedua, dan Malaysia ketiga.
Urutan tersebut merupakan pandangan Nino dalam wawancara, bukan klasemen resmi.Kondisi atlet dijaga menjelang keberangkatanGlorya mengatakan seluruh atlet berada dalam kondisi sehat menjelang keberangkatan.
Saat wawancara berlangsung, tim direncanakan berangkat pada pekan berikut.Ia menjelaskan, intensitas latihan fisik mulai dikurangi.
Pengaturan beban latihan teknis dipercayakan kepada pelatih dan asisten pelatih agar atlet tidak berlatih secara berlebihan.Glorya juga menyebut pelatnas berjalan secara mandiri dengan dukungan pimpinan dan kepala Badan Tim Nasional.
Menurut keterangan Glorya, dukungan Kemenpora saat itu mencakup kebutuhan keberangkatan, seperti tiket dan akomodasi, sementara pelaksanaan pelatnas belum mendapat dukungan kementerian.Pemusatan latihan tetap dijalankan agar pemain dapat lebih mudah berkomunikasi dan berlatih bersama.
Bagi Nino, bekal fisik, performa tim, dan kebersamaan selama persiapan menjadi modal untuk mengejar emas di Jepang.



