Fenomena Baru: Konsumen Indonesia Mulai Tinggalkan Pembayaran Tunai!

Dari laporan Xendit, sebanyak 51% responden di Indonesia mengaku membatalkan pembelian daring dalam tiga bulan terakhir dengan alasan utama karena tidak ada metode pembayaran yang mereka pilih.Dari keenam negara, persentase tersebut yang paling tinggi dibandingkan negara lainnya, mengindikasikan bila masyarakat Tanah Air benar-benar memilih untuk bertransaksi di merchant atau toko yang menyediakan metode pembayaran sesuai preferensi mereka.
Sementara itu, penggunaan metode pembayaran real-time terus meningkat, dengan transaksi lewat QRIS naik sampai 142% di platform Xendit (rentang waktu Januari 2025 hingga April 2026).Pada periode yang sama, transaksi dengan kartu kredit juga tumbuh 83%, sementara metode transfer bank yang menjadi salah satu metode pembayaran real-time utama, diperkirakan digunakan dalam 52% dari total pembelian yang dilakukan oleh responden survei Xendit.Dalam melakukan transaksi secara daring, pembayaran melalui dompet digital masih jadi yang paling banyak digunakan, mencapai sekitar 60% dari total responden.
Lebih lanjut, 70% di antaranya menyebutkan kalau mereka menggunakan dompet digital untuk setidaknya separuh dari transaksi pembelian.
Menariknya, di antara GoPay, OVO, DANA, dan ShopeePay, tidak ada yang lebih mendominasi.Dan kemudahan bertransaksi secara daring dan real-time juga membuat metode pembayaran lain seperti cash on deliverymenurun, di mana setidaknya kini 4 dari 10 responden di Indonesia mengaku jauh lebih jarang menggunakannya dibandingkan satu tahun lalu.
Namun justru bukan kemudahan yang membuat mereka berganti metode—diskon atau cashback menjadi alasan utama konsumen beralih.Tidak hanya dua poin yang sudah disebutkan, masih ada sejumlah faktor lain yang membuat konsumen beralih ke metode pembayaran real-time.
Dua di antaranya adalah proses pengembalian dana yang lebih cepat, hingga keamanan pembayaran.Xendit Hadir dengan Strategi Menyeluruh Untuk KonsumenLaporan Xendit juga sebutkan bila penjualan di ketiga platform e-commerce terbesar di Asia Tenggara (Shopee, Lazada, dan TikTok Shop), naik sekitar 33% di kuartal pertama tahun ini, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Untuk itu, pelaku usaha akan lebih berisiko kehilangan konsumen atau penjualan, bila tidak menyediakan metode pembayaran yang diinginkan konsumen, seiring dengan meningkatnya tren transaksi daring.Dalam usahanya memenangkan hati konsumen, Xendit terus berupaya untuk terus membangun apa yang diinginkan oleh konsumen.
Baca juga
Maybank Indonesia Luncurkan Fast Remittance di M2U ID, Kirim Uang ke Luar Negeri Cuma Mulai US2,5!Disebutkan bila mereka tidak hanya berfokus pada kemudahan bertransaksi hingga aspek biaya, tetapi juga proses pembayaran secara menyeluruh, termasuk pengembalian dana dan sebagainya. “Kami harus tahu siapa konsumen kami, apa masalah yang mereka hadapi, dan kami hadir sebagai penyedia solusi.
Jika saya menggunakan Xendit, dapatkah saya dengan mudah mendapatkan pemberitahuan jika ada sesuatu yang salah?
Apakah mudah untuk mendapatkan pengembalian dana?
Berapa jangka waktu penyelesaiannya?
Semua itu berkaitan dengan biaya, bukan hanya harga, tetapi juga transaksi.
Itulah nilai yang selalu kami berikan kepada pelanggan,” tutup Nazim.



